Orang Tua Dan Sekolah Harus Jalin Kolaborasi Yang Baik

Orang Tua Dan Sekolah Harus Jalin Kolaborasi Yang Baik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kab. Kukar) menggelar Sosialisasi Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga. Yang berlangsung di gedung serbaguna Disdik Kab. Kukar. Kamis, (10/11/2016). Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk zona 2 yang meliputi Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Loa Kulu serta Loa Janan.

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam hal ini untuk melibatkan keluarga didalam dunia pendidikan, seperti diketahui bahwa keberhasilan pendidikan itu tidak sepenuhnya berada pada tanggung jawab sekolah, yang tidak kalah pentingnya pengaruh dari keluarga. Sekolah yang melibatkan orang tua atau keluarga mendapatkan prestasi dan prilaku yang lebih baik dibanding sekolah lain.

Terkait dengan pembentukan karakter, Kepala Disdik Kab. Kukar, Wiyono menyampaikan sebagai harapan menteri pendidikan bukan hanya kemampuan akademis yang baik tapi juga prilaku karakter masing-masing anak didik itu untuk menjadi generasi penerus bangsa sangatlah penting. ”Sampai saat ini, yang mendapatkan bantuan pusat baru 36 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Kutai Kartanegara namun harapan kementerian secara keseluruhan untuk kegiatan ini bisa terlaksana di seluruh satuan pendidikan, dimulai dari PAUD hingga tingkat SMA/SMK,” jelasnya.

Ditambahkan Kadisdik ini, Implementasinya nanti, sekolah harus membuat sejumlah indikator, misalnya ada pertemuan 2 kali dengan orang tua atau wali murid, kelas orang tua, dan mendiskusikan persoalan-persoalan pendidikan di sekolah tersebut, baik itu terkait dengan anaknya dan maupun lainnya.

”Dan itu dikembangkan seperti salahsatunya membentuk grup-grup orang tua di sekolah tersebut untuk sama-sama memantau anak didiknya, termasuk dari sekolah melaporkan perkembangan baik dari sisi akademis, prilaku dan sebagainya kepada orang tua sehingga ketika ada persoalan bisa segera di antisipasi dan kemudian bisa meningkatkan hubungan yang baik antara sekolah dengan orang tua,” terang Wiyono saat membuka acara tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nantinya bisa menjalin kolaborasi yang baik dalam pengawasan anak-anak terkait dengan peningkatan kualitas dari pada anak didik.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PNFI, PAUD dan Kejuruan, Harjerin selaku ketua panitia menyampaikan secara keseluruhan peserta Sosialisasi Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga sebanyak 1.226 dari 18 kecamatan yang merupakan kepala satuan pendidikan baik formal maupun Informal dan ditambah pengawas serta penilik. Mereka adalah yang belum pernah mengikuti sosialisasi kegiatan yang sama di Surabaya dan Samarinda.

”Kita juga memiliki 6 satuan pendidikan sebagai file project Pelaku Pendidikan Keluarga. Sedangkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut untuk seluruh kepala satuan pendidikan dari PAUD hingga tingkat SMP karena SMA/SMK sudah masuk masa peralihan ke provinsi. Aturan Kementerian peserta tidak boleh lebih dari 200 hingga 250 peserta maka peserta kita yang banyak ini kita bagi menjadi 6 zona, yaitu zona Tenggarong 2 angkatan, zona Kota Bangun, Kembang Janggut, dan Muara Badak, serta Zona Muara Jawa,” ucap Harjerin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *